• Temu Bisnis Poktan Hurip, Lapis Bogor, dan BrownCo

    Sabtu, 20 April 2013 telah dilaksanakan acara temu bisnis di desa binaan HIPMA  Desa Cikarawang tepatnya di kediaman pak Ahmad Bastari . Acara ini diinisiasikan oleh kerjasama antara D’Entre dan D’Soul dengan tim PKMP dengan judul “Pendekatan Structure, Conduct,dan Performance (SCP) : Upaya Ketahanan Pangan Dalam Pengembangan Komoditas Ubi Jalar di Kelompok Tani Hurip”. Acara ini bertemakan “Pembangunan Agribisnis Pedesaan berbasis SCM (Supply Chain  Management)”. Tujuan dari inisiasi acara  temu bisnis ini adalah untuk memberikan akses kepada produsen tepung ubi di Kelompok Tani Hurip Desa Cikarawang untuk membangun perekonomian pedesaan melalui jalur kemitraan.

    Adapun mengenai deskripsi kegiatan temu bisnis ini adalah sebagai berikut :

    1. Penyampaian materi dalam betuk diskusi antara moderator dan pembicara (talkshow) yang dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipimpin oleh moderator.
    2. Acara bersifat informal sehingga pembicara baik pihak perusahaan ataupun calon mitra dapat aktif dalam menggali informasi serta potensi yang dimiliki masing-masing pihak.

    Acara ini dihadiri oleh 50 orang dengan komposisi 2 orang dosen departemen Agribisnis yaitu Dr. Ir. Dwi Rachmina M.Si sebagai moderator acara dan juga selaku dosen pembimbing PKMP serta Bapak Feryanto W. Karo-Karo SP., M.Si sebagai pembicara yang akan menjelaskan eksistensi HIPMA dalam membina desa tersebut. Selain itu, juga diundang 2 perusahaan mitra yaitu Pak Sigit sebagai owner BrownCo dan Ibu Nanda sebagai manager perusahaan Lapis Talas Bogor sebagai narasumber yang akan mempertimbangkan kemitraan yang kelak akan dijalin bersama. Kedua perusahaan tersebut akan berunding dengan Pak Ahmad selaku produsen tepung ubi agar pemasran tepung ubi dapat masuk ke kedua perusahaan tersebut sehingga menjadi mitra yang saling menguntungkan. Selain narasumber dari dosen dan para pengusaha ada pula 5 orang Tim PKMP yang mempresentasikan hasil kegiatan penelitiannya yang membuktikan bahwa adanya kebutuhan produsen tepung ubi akan kemitraan. Acara ini dipandu oleh MC yaitu ketua HIPMA Angga Cahyo Utomo dan diramaikan oleh 22 anggota kelompok tani hurip serta 18 pengurus HIPMA.

    Target dari acara temu bisnis ini adalah sebagai berikut:

    1. Calon mitra dapat memahami rencana perusahaan dan kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
    2. Perusahaan dapat mengetahui potensi yang dimiliki oleh calon mitra
    3. Dapat terjalin kerjasama antara perusahaan dan produsen tepung ubi

    Adapun mengenai hasil dari acara temu bisnis ini adalah sebagai berikut:

    1. Pak Ahmad sebagai produsen tepung ubi menyatakan kesiapannya dalam memenuhi kebutuhan tepung ubi yang akan diminta oleh kedua perusahaan jika memang kemitraan nantinya bisa berjalan karena daerah desa Cikarawang yang memiliki potensi budidaya ubi jalar yang besar setiap tahun rata-rata dihasilkan +/- 1.300 ton ubi jalar..
    2. Kedua perusahaan tersebut secara lisan menyatakan sepakat untuk menjalankan kemitraan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pada jangka pendek, kedua perusahaan siap membantu pemasaran produk olahan tepung ubi yang dibuat secara mandiri oleh anggota kelompok tani dan ibu-ibu KWT dengan cara bisa menjualkan produk-produk di outlet kedua perusahaan baik BrownCo dan Lapis Talas Bogor. Adapun mengenai kemitraan pak Ahmad sebagai supplier tepung ubi sebagai bahan baku produk yang dibuat oleh kedua perusahaan tersebut belum bisa dilakukan pada jangka pendek ini karena pihak perusahaan belum ada rencana dalam diversifikasi bahan baku menjadi tepung ubi sehingga baru bisa dijalankan pada jangka panjang.
    3. Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika produk olahan buatan ibu2 KWT yang akan dikomersialkan yaitu Kemasan, Harga, dan Rasa.
    4. Pengembangan dalam pemasaran tepung ubi ini tidak berhenti pada acara temu bisnis ini saja, namun dalam pengembangannya poktan huriplah yang harus membantu diri mereka sendiri yaitu dengan mandiri bisa membuat suatu unit bisnis yang menguntungkan dan propektif.
    5. HIPMA sebagai mitra yang menunjang, dapat membantu dan memfasilitasi mereka dengan melakukan program-program selanjutnya yang fokus pada pengembangan bisnis-bisnis yang berkemungkinan bisa dilakukan oleh desa tersebut dan juga bisa memberikan manfaat kepada HIPMA itu sendiri dengan kemitraan bisnis dengan mereka. Sehingga selain menjalankan misi sosial juga ada kegiatan komersil yang menguntungkan seluruh pihak.
    Post Tagged with ,
Comments are closed.