• OBSESI 3

    PRESS RELEASE

    OBSESI 3

    PEMBICARA : SAUNG FILM

    Obsesi 3 kali ini hadir dengan nuansa baru karena kali ini kosep yang dibawakan adalah konsep bedah film oleh SAUNG FILM Bogor. Obsesi 3 ini dilaksanakan pada 21 Mei 2013, pukul 19.30 di RK.AGB 202B.

    Acara dimulai dengan pembukaan dari Vitalia sebagai MC dan langsung dilanjutkan oleh pemberian materi oleh SAUNG FILM yang diwakili oleh kak Andriansyah. Pada kesempatan kali ini, SAUNG FILM memutarkan Film dokumentasi yang sebenarnya adalah film dokumentasi untuk sebuah perusahaan perbankan. Film ini berisi tentang dedikasi lingkungan yang memberdayakan masyarakat desa Sukamantri. Pembuatan film ini berawal dari survei SAUNG FILM ke beberapa desa yang pada akhirnya mereka menemukan DesaSukamantri yang memiliki permasalahan dalam pengolahan lahan.SAUNG FILM kemudian menjadi volunteer dalam pemberdayaan di desa ini. Dalam hal ini, SAUNG FILM berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan perusahaan perbankan. Hasil negosiasi antara SAUNG FILM dan pihak perbankan adalah disumbangkannya sejumlah bibit pohon dan tanaman (sayur dan bunga) kepada masyarakat desa Sukamantri. Selain memberikan sumbangan bibit, pihak perbankan bersama SAUNG FILM juga mendampingi masyarakat dalam mengelolah lahan. Metode yang dipilih dalam pengelolaan lahan ini adalah metode tumpang sari. Lahan yang disediakan ditanami tanaman tahunan dan tanaman semusim. Tanaman semusim ditanam di antara tanaman tahunan sehingga masyarakat (petani) tidak harus menunggu lama hasil tanaman tahunan tetapi dapat didukung dengan penhasilan dari hasil panen panen tanaman semusim yang relatif cepat panen. Program ini juga dilaksanakan karena mengingat bahwa Indonesia adalah satu paru-paru dunia, sehingga lingkungan hijau harus tetap dipertahankan.

    Setelah pemutaran film selesai, maka selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Peserta obsesi kali ini sangat antusias memberikan pertanyaan sehingga tim SAUNG FILM juga antusias dalam menjawabnya. Hasil tanya jawab ini antara lain : latar belakang dibentuknya kelompok SAUNG FILM ini berawal dari komunitas alam. Komunitas ini terdiri dari berbagai personal yang memiliki latar belakamg yang berbeda namun mempunyai hobi yang sama yakni melestarikan alam. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota SAUNG FILM ini karena dalam kelompok ini pun tidak semua anggota ahli dalam bidang perfilman seperti pengambilan video, fotografi dan sebagainya. Hanya perlu memiliki komitmen manjaga alam untuk menjadi anggota SAUNG FILM. Prinsip kerja kelompok ini adalah bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki masing-masinng.

    Orientasi kerja SAUNG FILM sendiri yang utama adalah bukan profit namun benefit. Profit sendiri bukan tujuan utama dalam kelompok ini karena masing-masing anggota sebenarnya sudah memiliki profesi masing-masing. Meskipun sudah cukup profesional, namun SAUNG FILM sampai saat ini masih meminjam beberapa peralatan pengambilan film pada teman lain. Namun demikian, SAUNG FILM tetap terbuka bagi semua yang berminat untuk bergabung dalam kalompok ini. Kantor pusat SAUNG FILM ini berada di jalan Tajur. Kegiatan rutin yang biasanya dilakukan oleh SAUNG FILM adalah melakukan semacam kajian setiap hari rabu sore dan sipapapun yang berminat diperbolehkan datang untuk berpartisipasi.

    Proses pembuatan film sendiri sebenarnya tidak membutuhkan alat-alat canggih seperti yang kita bayangkan, karena dengan menggunakan Hp kita sudah dapat membuat film. Namun yang harus diperhatikan adalah pengguinaan laptop atau komputer yang sesuai. Sebab dalam perjalanannya sendiri SAUNG FILM hampir mengalami kendala dalam penggunaan laptop, bahkan tiga laptop pub terkadang tidak bisa memadai.

    Sedangkan latar belakang pembuatan desa film sendiri adalah karena kondisi sosial saat ini dan tidak meratanya pembangunan di sebagian wilayah di Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi di beberapa daerahmenjadi jauh dari kesan layak, tingkat pengangguran tinggi, tidak meratanya populasi penduduk, tingkat produktifitas masih kurang. Dengan berkembangnya Desa Film Sukamantri ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat berkreatifitas pemuda desa Sukamantri, sehingga mereka dapat diakui mampu berkreasi dan mampu membentuk usaha secara mandiri, tidak manja, tidak hanya bisa meniru melainkan menemukan ide-ide bari untuk memajukan perfilman Indonesia

    .

     

     

     

     

     

     

     

Comments are closed.