• Kajian Internal HIPMA: AEC 2015

    Pada hari Rabu, 23 April 2014 di RK AGB 202B telah diadakan acara OBSESI yang ketiga pada pukul 19.00 hingga 20.30 WIB. Tujuan diadakannya OBSESI adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memperbarui informasi mengenai isu dan berita di dalam dunia agribisnis yang sedang hangat dibicarakan. Dalam OBSESI kali ini, konsep acaranya berupa kajian internal bagi para pengurus HIPMA. Pada Kajian Internal ini, tema yang diusung adalah “Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Pertanian dalam Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”.

    Acara dimuai dengan pembukaan oleh MC Kunti Dyah Safitri, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Sugandi. Setelah itu, ketua HIPMA 2014, Salman Fajri memberikan sambutan dan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa khususnya mahasiswa agribisnis untuk selalu menambah wawasan dan peduli dengan permasalahan dan perkembangan dunia agribisnis. Kemudian setelah sambutan Ketua HIPMA, moderator Aldi Maulana Kartawiria memulai memimpin jalannya diskusi dengan terlebih dahulu memaparkan teknis pelaksanaan debat.

    Para pengurus HIPMA yang sebelumnya telah diberi bahan diskusi, memberikan pendapat mereka mengenai AEC 2015. Pihak yang pro terhadap AEC adalah BPH, D’Entre dan FASTER. Pihak yang kontra dengan dilaksanakannya AEC yaitu B’Hero, D’Soul, D’Prime, B’Extion dan Badan Pengawas. Dalam sesi pertama setiap departemen dipersilahkan mengemukakan pendapatnya mengenai AEC selama dua menit. Kemudian masing-masing pihak secara bebas dapat beradu argument pada sesi kedua.

    Pihak pro menyatakan bahwa Indonesia harus optimis dengan keikutsertaannya dalam ASEAN Economic Community karena memiliki potensi sumber daya manusia yang jumlahnya 40% dari total penduduk ASEAN. Selain itu, dengan mengikuti AEC masyarakat Indonesia dituntut agar dapat bersaing dengan negara-negara lain sehingga terdorong untuk lebih kreatif dan inovatif. Dengan mengikuti AEC, masyarakat Indonesia bisa berlatih dan mempersiapkan diri dalam rangka menghadapi perdagangan bebas dunia. Masyarakat Indonesia harus berfokus pada kelebihan yang dimiliki dan berusaha untuk terus meningkatkan potensi yang dimiliki. Jika tidak keluar dari comfort zone, maka Indonesia tidak akan pernah bisa berkembang menjadi negara yang lebih baik.

    Di lain pihak, para pengurus HIPMA yang kontra terhadap pelaksanaan AEC 2015 menyatakan bahwa saat ini Indonesia belum siap untuk menghadapi AEC pada tahun 2015. Meskipun unggul dalam kuantitas, masyarakat Indonesia belum bisa bersaing dalam segi kualitas. Salah satu kemampuan yang penting dalam perdagangan internasional adalah kemampuan bahasa. Saat ini masyarakat Indonesia dirasa masih kurang dalam penggunaan Bahasa Inggris. Selain itu, tingkat pendidikan di negara Indonesia juga masih rendah dan belum merata. Adapun sosialisasi mengenai AEC di tahun 2015 kepada masyarakat Indonesia juga dirasa masih kurang. Oleh karena itu dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas, Indonesia dinilai masih belum siap menghadapi AEC 2015.

    Setelah diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada moderator oleh Salman Fajri. Kemudian, MC mengumumkan departemen paling rajin dalam mengumpulkan bahan kajian, dan departemen yang paling rajin adalah D’Prime. Saudara Agil sebagai perwakilan D’Prime menerima hadiah dari panitia OBSESI. Setelah itu, MC mempersilahkan saudara Fauzan Al Hajj untuk memimpin pembacaan doa. Acara yang selesai pada pukul 20:30 ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan membuka pikiran mahasiswa agribisnis mengenai kondisi bangsa Indonesia dalam menghadapi AEC yang semakin dekat. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai agent of change dalam mewakili serta membantu masyarakat Indonesia.

    Creativity and Career Development Department

    HIPMA Mahakarya Cinta 2013/2014

    Post Tagged with , , , , , ,

Leave a Reply