• A Moment to Talk Business

    Sabtu, 01 November 2014

    “Mengkonsumsi susu adalah cerminan dari tingkat kemajuan suatu Negara.Hal itu dibuktikan dengan tingginya tingkat konsumsi susu oleh Negara maju.

    (Anonim, 2014)

    IMG_8101_renamed_28663IMG_8245_renamed_26443

    AEC 2015 adalah issue strategis pada bidangagribisnis Indonesia. Karena agribisnis adalah sektor penting bagi Indonesia yang memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa. AEC dapat bernilai positif saat Indonesia mampu bersaing secara baik sehingga menghasilkan komoditas ekspor yang besar sehingga berdampak positif bagi pendapatan Negara.  Namun, akan berdampak negatif, saat Indonesia kalah bersaing dan ini sudah dibuktikan oleh beberapa komoditas potensial yang seharusnya dapat dioptimalkan di Indonesia, akan tetapi malah diimpor dari Negara lain. Sehingga momen AEC ini harus diteliti dengan seksama dan lebih baik lagi.

    Dalam fungsi ekonomi, produksi dipengaruhi oleh Kapital dan Tenaga Kerja. Berdasarkan capital (modal) kita dinilai mampu bersaing. Mengingat dari kekayaan potensi alam Indonesia yang sangat melimpah. Dari sisi tenaga kerja, Indonesia masih belum mampu bersaing. Bahkan secara Indeks Prestasi penduduk Indonesia masih berada pada urutan 160-an dari sebanyak 200 jumlah Negara yang terdaftar di dunia. Sehingga daya saing yang rendah tersebut memiliki keterbatasan dalam hal kreatifitas dan inovasi sehingga komoditas agribisnis dalam hal ini mudah dikalahkan oleh beberapa Negara tetangga.

    Salah satu komoditas potensial yang mampu dikembangkan adalah susu. Hal itu disebabkan oleh mengkonsumsi susu adalah cerminan dari tingkat kemajuan suatu Negara yang dibuktikan dengan tingginya tingkat konsumsi susu oleh Negara maju. Tingkat Konsumsi Susu warga Indonesia adalah 11,94 L/Kapita/Tahun. Masih lebih rendah dari India, Malaysia, dan Australia yang memliki nilai sebanyak 42, 22 dan 120 L/Kapita/Tahun. Padahal, susu merupakan komoditas yang tak hanya bernilai ekonomis namun mampu menunjang kebutuhan gizi dan mineral sehingga mampu membuat masyarakat Indonesia sehat dan bergizi yang tentunya akan berdampak positif bagi produktivitas kerja mereka.

    Sehingga kami, selaku agent dari Himpunan Profesi Mahasiswa Peminat Agribisnis (HIPMA) IPB tergerak untuk mengkaji sistem agribisnis susu di Indonesia berikut peluang dan tantangan nya dalam menghadapi AEC 2015 yang kami rangkai dalam acara talk show “A Moment To Talk Business (MTB)”. Acara ini diselenggarakan oleh Department of Entrepreneurship (D’Entre) HIPMA. Kegiatan ini diketuai oleh Sugandi, Mahasiswa Agribisnis 49.

    Narasumber yang terlibat dalam MTB merupakan pembicara qualified yang memiliki prestasi yang gemilang dalam peranan mereka pada sistem Agribisnis susu. Narasumber tersebut adalah sebagai berikut 1). Bapak Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, P.hd., seorang Ekspertisi/Pakar susu dari Fakultas Peternakan IPB. 2). Danang Suryana, S.Pt., owner Cisarua Farm. 3). Hutomo Triasmoro, S.Kom., owner dari Cattle Milk. Ketiga narasumber tersbeut merupakan alumni dari institut kebanggaan kita semua yakni Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Acara ini berlangsung dari jam 13.00 WIB s.d 16.30 WIB yang bertempat di RK AGB 202 A yang dipandu oleh MC kondang agribisnis yakni Danvi Sarah (AGB49) dan Ifan (AGB50). Tilawah yang merdu dan menenangkan hati dilantunkan oleh Fathur Rahman (AGB48) dengan Surah Al Qashash ayat 77-81. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh ketua pelaksana, Sugandi (AGB49). Kemudian oleh ketua Hipma, Salman Fajri (AGB48). Kemudian diakhiri oleh sambutan perwakilan Departemen Agribisnis yakni ibu Tintin Sarianti, SP. MM.

    Menariknya, acara ini memiliki orientasi yang unik yakni bersama sama menyadarkan mahasiswa tentang pentingnya mengkonsumsi susu. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh susu yang merupakan menu konsumsi pada hari tersebut. Selain itu, peserta dikejutkan oleh beberapa hal yakni doorprize yang disediakan panitia merupakan doorprize yang mengejutkan. Yakni sebuah handphone. Selain itu, acara ini dihadiri pula oleh mahasiswa asing dari negeri jiran Malaysia. Jumlah keseluruhan peserta yang hadir di dalam acara tersebut adalah sebanyak 50 orang.

    Kegiatan talk show MTB ini dimoderatori oleh Nityaningrum Duatibumi (AGB50). Beliau merupakan figur yang tepat untuk memandu acara ini. Selain bersifat kritis, beliau mampu mencairkan suasana tegang acara talkshow temu bisnis ini. Kegiatan talk show diawali dengan pertanyaan seputar agribisnis hilir kepada bapak Hutomo, selaku owner cattle milk. Setelah memahami situasi hilir susu, talk show juga mencoba kritis pada aspek on farm dan hulu yang ditujukan kepada bapak Danang selaku owner dari Cisarua Farm. Tentunya kami, selaku mahasiswa Agribsinis sangatlah beruntung dapat mendengarkan langsung pengalaman agribisnis susu dari hulu hingga hilir dalam talk show ini. Apalagi, talk show diperkuat oleh materi teoritis yang disampaikan oleh bapak Epi. Teori yang masih ternginag di benak kami yang dilontarkan oleh bapak epi adalah “kenaikan 1 derajat suhu lingkungan, mengakibatkan bertambahnya populasi bakteri pada susu sebanak 106 (1 juta)” sehingga perlu diperhatikan aspek distribusi susu dengan dari onfarm yang umumnya berada pada wilayah dingin ke sector setelahnya yang umumnya berada pada lokasi yang lebih panas.

    Kesimpulan talk show mengenai tema diatas yang dapat kami simpulkan adalah sejatinya peternak susu perah baik sapi maupun kambing sejatinya mampu membantu pemerintah dalam hal swasembada susu. Namun, hal ini perlu didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat oleh karena itulah kesadaran mengkonsumsi susu harus terus kita lakukan. Jadi setelah ini “mari minum susu!!!” (FR/De)

    Department of Entrepreneurship

    HIPMA 2013/2014 Kabinet Mahakarya Cinta

    Post Tagged with , , , , , , ,

Leave a Reply