Kajian Internal HIPMA: AEC 2015
Saturday April 26th 2014, 5:55 pm
Filed under: CCDD,Press Release

Pada hari Rabu, 23 April 2014 di RK AGB 202B telah diadakan acara OBSESI yang ketiga pada pukul 19.00 hingga 20.30 WIB. Tujuan diadakannya OBSESI adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memperbarui informasi mengenai isu dan berita di dalam dunia agribisnis yang sedang hangat dibicarakan. Dalam OBSESI kali ini, konsep acaranya berupa kajian internal bagi para pengurus HIPMA. Pada Kajian Internal ini, tema yang diusung adalah “Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Pertanian dalam Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”.

Acara dimuai dengan pembukaan oleh MC Kunti Dyah Safitri, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Sugandi. Setelah itu, ketua HIPMA 2014, Salman Fajri memberikan sambutan dan pengantar mengenai pentingnya mahasiswa khususnya mahasiswa agribisnis untuk selalu menambah wawasan dan peduli dengan permasalahan dan perkembangan dunia agribisnis. Kemudian setelah sambutan Ketua HIPMA, moderator Aldi Maulana Kartawiria memulai memimpin jalannya diskusi dengan terlebih dahulu memaparkan teknis pelaksanaan debat.

Para pengurus HIPMA yang sebelumnya telah diberi bahan diskusi, memberikan pendapat mereka mengenai AEC 2015. Pihak yang pro terhadap AEC adalah BPH, D’Entre dan FASTER. Pihak yang kontra dengan dilaksanakannya AEC yaitu B’Hero, D’Soul, D’Prime, B’Extion dan Badan Pengawas. Dalam sesi pertama setiap departemen dipersilahkan mengemukakan pendapatnya mengenai AEC selama dua menit. Kemudian masing-masing pihak secara bebas dapat beradu argument pada sesi kedua.

Pihak pro menyatakan bahwa Indonesia harus optimis dengan keikutsertaannya dalam ASEAN Economic Community karena memiliki potensi sumber daya manusia yang jumlahnya 40% dari total penduduk ASEAN. Selain itu, dengan mengikuti AEC masyarakat Indonesia dituntut agar dapat bersaing dengan negara-negara lain sehingga terdorong untuk lebih kreatif dan inovatif. Dengan mengikuti AEC, masyarakat Indonesia bisa berlatih dan mempersiapkan diri dalam rangka menghadapi perdagangan bebas dunia. Masyarakat Indonesia harus berfokus pada kelebihan yang dimiliki dan berusaha untuk terus meningkatkan potensi yang dimiliki. Jika tidak keluar dari comfort zone, maka Indonesia tidak akan pernah bisa berkembang menjadi negara yang lebih baik.

Di lain pihak, para pengurus HIPMA yang kontra terhadap pelaksanaan AEC 2015 menyatakan bahwa saat ini Indonesia belum siap untuk menghadapi AEC pada tahun 2015. Meskipun unggul dalam kuantitas, masyarakat Indonesia belum bisa bersaing dalam segi kualitas. Salah satu kemampuan yang penting dalam perdagangan internasional adalah kemampuan bahasa. Saat ini masyarakat Indonesia dirasa masih kurang dalam penggunaan Bahasa Inggris. Selain itu, tingkat pendidikan di negara Indonesia juga masih rendah dan belum merata. Adapun sosialisasi mengenai AEC di tahun 2015 kepada masyarakat Indonesia juga dirasa masih kurang. Oleh karena itu dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas, Indonesia dinilai masih belum siap menghadapi AEC 2015.

Setelah diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada moderator oleh Salman Fajri. Kemudian, MC mengumumkan departemen paling rajin dalam mengumpulkan bahan kajian, dan departemen yang paling rajin adalah D’Prime. Saudara Agil sebagai perwakilan D’Prime menerima hadiah dari panitia OBSESI. Setelah itu, MC mempersilahkan saudara Fauzan Al Hajj untuk memimpin pembacaan doa. Acara yang selesai pada pukul 20:30 ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan membuka pikiran mahasiswa agribisnis mengenai kondisi bangsa Indonesia dalam menghadapi AEC yang semakin dekat. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai agent of change dalam mewakili serta membantu masyarakat Indonesia.

Creativity and Career Development Department

HIPMA Mahakarya Cinta 2013/2014



AEC 2015, Peluang Atau Ancaman?
Thursday March 27th 2014, 2:07 pm
Filed under: CCDD,Hipma,Press Release

Pada hari Kamis, 20 Maret 2014 di RK AGB 301 telah diadakan acara OBSESI yang kedua pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Tujuan diadakannya OBSESI adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memperbarui informasi mengenai isu dan berita di dalam dunia agribisnis yang sedang hangat dibicarakan. Dalam OBSESI kali ini, beberapa delegator dihadirkan dari HIPMA, BEM KM, BEM FEM, SES-C. Para delegator tersebut dipandu oleh Alfi Irfan (ESL46) , Mapres FEM tahun 2012 berdikusi mengenai tema “AEC 2015, Peluang atau Ancaman”. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Khalifardhi Ikhsan dan Aninda Nadya Bilqis, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Asep Abidin (AGB49).

Setelah itu, sesi pertama diskusi dimulai dengan tanggapan dari masing-masing delegator mengenai kesiapan Indonesia saat ini dalam rangka menghadapi ASEAN Economic Community pada tahun 2015. Delegator dari BEM KM mengatakan bahwa neraca Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Lalu pemikiran yang sama juga dikemukakan dari delegator HIPMA yang menyatakan bahwa pada tahun 2013 laju impor lebih besar daripada ekspor sehingga barang dalam negeri tidak memiliki bargaining position jika dibandingkan dengan produk impor. Delegator dari SES-C juga menguatkan pendapat kedua delegator sebelumnya dengan menyatakan bahwa Indonesia belum siap menghadapi AEC 2015 karena pada perkembangan industri pertanian syariah, segi pembiayaan dan pengembangan SDM masih kurang dalam melakukan persiapan. Delegator dari BEM FEM menyatakan bahwa Indonesia kalah saing dalam melakukan efisiensi produksi dengan negara tetangga sehingga mereka bisa menjual produknya dengan harga yang lebih murah dibandingkan Indonesia.

Dalam sesi kedua, diputar beberapa video singkat dan penjelasan mengenai betapa pentingnya kemampuan Bahasa Inggris oleh Alfi Irfan. Menurutnya, dengan perkembangan zaman dan teknologi membuat tantangan di masa depan semakin besar. Hal ini tentunya berdampak terhadap penggunaan bahasa asing di dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris pada tahun 2030 sama halnya dengan orang yang tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia saat ini. Selain kemampuan bahasa asing, hal penting untuk dikembangkan adalah menjalin network dari negara lain. Hal menarik yang dapat diambil dari sesi kedua adalah “The slow and the steady, win the race. But the fast and the consistent will beat the slow and steady. We have to identify our core competence and start to play our role. But, its good to be good individually but you will perform better if you can work in team”.

Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab. Ravitia Dewi (AGB 48) bertanya bagaimana caranya memulai aksi untuk mempersiapkan diri menuju masa depan yang penuh tantangan. Alfi Irfan menjelaskan bahwa mahasiswa adalah agent of change yang bisa menjembatani antara rakyat dan pemerintah. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan kemampuan individu kita, lalu jangan lupa untuk menyebarkan pengetahuan tersebut ke orang lain. Setelah sesi tanya jawab berakhir, acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat untuk masing-masing delegator oleh Ketua HIPMA, Salman Fajri (AGB48). Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk Alfi Irfan oleh Ketua CCDD, Cahyo Setyo Utomo (AGB48). Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan mahasiswa yang hadir dapat segera mempersiapkan diri dan menyebarkan pengetahuannya dalam menghadapi ASEAN Economic Community yang sudah semakin dekat.



OBSESI 1: Cerita Indah Tentang Agribisnis (CINTA)
Sunday March 09th 2014, 5:35 pm
Filed under: CCDD,Hipma,Press Release

IMG_0403

OBSESI (Obrolan Santai Ekonomi Agribisnis) merupakan salah satu program kerja Creativity and Career Development Department dibawah naungan HIPMA. OBSESI merupakan program kajian agribisnis dengan membahas isu-isu yang terjadi di dunia nyata dalam upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan seputar dunia agribisnis. Kali ini OBSESI mengusung tema CINTA yang merupakan singkatan dari Cerita Indah Tentang Agribisnis.

OBSESI pertama diadakan di RK 4 AGB 202 A pada tanggal 27 Februari 2014 dihadiri oleh kurang lebih 54 peserta yang terdiri dari mahasiswa Agribisnis angkatan 48, 49, 50 serta perwakilan dari beberapa HIMPRO FEM. Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB dengan pembukaan dari dua MC yaitu Priscilla Siregar dan Danvi Sarah (AGB 49). Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Sugandi (AGB 49). Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua HIPMA periode 2013-2014, Salman Fajri (AGB 48). Kemudian, acara secara resmi dibuka oleh perwakilan dari Departemen Agribisnis yaitu Bapak Ach. Firman Wahyudi, S.E., Setelah itu, dimulailah acara talkshow yang dipandu oleh Khalifardhi Ikhsan (AGB 49).

Dengan tema Cerita Indah Tentang Agribisnis, narasumber yang diundang yaitu Ikhwan Rauf, Owner Sop Duren Lodaya. Saat ini Sop Duren Lodaya sedang digandrungi oleh masyarakat Bogor dari berbagai kalangan. Tentunya hal ini menarik minat para mahasiswa untuk mengetahui rahasia sukses seorang Ikhwan Rauf sehingga usahanya di bidang kuliner ini bisa berkembang pesat seperti saat ini.

Sop Duren Lodaya pertama kali dibuka pada bulan Mei 2013 dengan 3 orang karyawan. Saat ini cabang Sop Duren Lodaya di sudah berjumlah 5 buah di Bogor dan 1 buah cabang di Jogjakarta dengan total karyawan mencapai 150 orang. Ikhwan Rauf melirik komoditas durian karena hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai durian. Selain itu, ia membidik pangsa pasar di kelas menengah karena menurutnya bisnis di pasar kelas menengah memiliki potensi untuk dikembangkan.

Kesuksesan Ikhwan Rauf juga tidak terlepas dari keinginannya untuk selalu menyajikan produk yang sehat dan berkualitas bagi konsumennya. Hal ini ditunjukkan dengan memilih bahan baku yang selalu segar, bebas pengawet dan terjamin kebersihannya. Menurutnya, dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk, kita bisa membuat bisnis yang kita geluti memiliki nilai unggul dibandingkan dengan kompetitor bisnis yang sejenis dan memiliki nilai tambah tersendiri di mata konsumen.

Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan pertama dilontarkan oleh saudara Fauzan Al Hajj yakni mengenai upaya untuk menghindari partner bisnis yang tidak loyal. Ikhwan Rauf menjelaskan bahwa hal itu bisa dihindari dengan melakukan pendekatan secara personal kepada setiap stakeholder di perusahaannya dan merekrut orang-orang yang jujur. Kemudian, pertanyaan kedua dilontarkan oleh saudara Vino Ardianto yakni mengenai bagaimana cara memulai bisnis yang belum sepenuhnya didukung oleh orang tua. Ikhwan Rauf menjawab bahwa sebenarnya orang tua merasa khawatir dengan risiko bisnis yang akan kita geluti. Sehingga hal yang perlu dilakukan adalah meyakinkan orang tua kita bahwa sebenarnya kita sanggup melaksanakan bisnis tersebut. Selain itu, ada juga pertanyaan dari saudari Nuraini Bella Adhisty mengenai bagaimana cara membaca potensi pasar sehingga bisa mengembangkan bisnis baru. Ikhwan Rauf menjelaskan bahwa kita harus bisa mengetahui apa yang belum tersedia di pasar dan mencari informasi apakah di bidang tersebut sudah terdapat kompetitor ‘kelas berat’ atau belum. Karena sebagai pemula biasanya kita belum banyak mengetahui strategi yang harus dikembangkan pada bisnis tersebut. Jika dianalogikan dalam karate, kita yang masih memiliki sabuk putih sebaiknya bertanding dengan lawan yang masih memiliki sabuk putih juga karena kita membutuhkan usaha yang lebih kuat jika harus bertanding dengan lawan yang sudah memiliki sabuk hitam.

Menurut Ikhwan Rauf kunci sukses dalam melakukan bisnis yang ia lakukan adalah kombinasi dari pengetahuan, pengalaman, niat dan keikhlasan. Pesan penting yang ia sampaikan kepada peserta talkshow adalah jalankan peran sesuai posisi kita saat ini.

Setelah sesi tanya jawab berakhir, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize bagi tiga penanya berupa Exclusive Member Card Sop Duren Lodaya. Selain para penanya, yang beruntung mendapatkan Exclusive Member Card ini adalah para peserta yang datang paling awal yaitu saudara Rizky Prayogo Ramadhan, Hidanti Karnila, dan Khoiru Rizqy Rambe. Setelah pemberian plakat dan sertifikat kepada pembicara dan moderator serta pembagian doorprize, MC pun menutup acara pada malam itu. (RAP/48)



OBSESI 1 (CINTA)
Thursday February 20th 2014, 10:58 am
Filed under: CCDD

CINTA (Cerita Indah Tentang Agribisnis) merupakan salah satu wadah dalam peningkatan jiwa kewirausahaan mahasiswa di bidang Pertanian (dalam arti luas) khususnya dalam suatu kesatuan sistem Agribisnis. Acara ini berupa seminar kecil, kajian, sharing-sharing, dan Tanya-jawab mengenai kisah sukses pengusaha yang bergerak di bidang Agribisnis. Dalam kesempatan kali ini, CINTA akan menghadirkan seorang pembicara yang sangat kompeten di bidang bisnis, seorang pengusaha sukses yaitu Ikhwan Rauf sang owner dari SOP DUREN LODAYA. Selain itu, acara ini juga akan didampingi oleh seorang dosen Departemen Agribisnis yang sekaligus bertindak sebagai moderator yang juga sudah sangat berkompeten di bidang Kewirausahaan. Acara ini akan membahas bagaimana kisah sukses dan perjalanan serta kiat-kiat sang pembicara dalam membangun bisnisnya dari awal merintis hingga dalam waktu singkat kini sudah memiliki banyak cabang di Bogor, Depok bahkan hingga ke Yogyakarta. So, mau tau lebih lanjut??? Come n Join Us on CINTA



Agribisnis Festival 2013
Thursday August 29th 2013, 8:43 pm
Filed under: CCDD,D'Entre,D'Soul

COME and JOIN with US!!!

Poster Publikasi