Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kaderisasi (LDKK) Online HIPMA 2020 Sukses Digelar Dua Hari Berturut – turut.
Thursday September 17th 2020, 1:28 pm
Filed under: Uncategorized

Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis (HIPMA) IPB University sukses menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kaderisasi (LDKK) dengan tema yang bertajuk “Create a Future Leader through Integrity and Solidarity”. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari berturut – turut pada 12 & 13 September 2020 ini, menghadirkan Isnurdiansyah, SE. (Ketua HIPMA Periode 2007/2008), Hata Madia Kusumah, SE. (Ketua HIPMA Periode 2009/2010) sebagai pembicara dan Bagus Estu Ramadlan (Ketua HIPMA Periode 2018/2019) yang bertindak sebagai moderator pada rangkaian kegiatan LDKK 2020 hari pertama. Rangkaian hari pertama ini dikemas dalam bentuk talkshow dimana para pembicara memberikan pandangan mereka terkait pentingnya kaderisasi dengan menanamkan jiwa integritas dan solidaritas sebagai ketua dalam sebuah organisasi terkhusus untuk HIPMA dan dengan senang hati membagikan pengalaman – pengalaman mereka selama menjadi Ketua HIPMA pada masanya. Acara ini dibuka oleh Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Ir Dwi Rachmina, Msi.

Pemahaman terkait kepemimpinan dan kaderisasi yang telah diberikan kepada peserta di hari pertama rangkaian kegiatan, diperkuat lagi dengan kehadiran trainer PT. ABCo Sugesti Motivatindo, Husen Sutisna, SP, M.Si pada rangkaian hari kedua. Beliau memberikan pemahaman tentang Kepemimpinan dan Kaderisasi melalui implementasi langsung seperti mengajak peserta untuk berdiskusi secara interaktif hingga bermain game kaderisasi yang mengharuskan peserta untuk berkelompok dan saling berdiskusi terkait macam – macam studi kasus beresensi kepemimpinan dan kaderisasi yang telah diberikan oleh trainer.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kaderisasi (LDKK) 2020 secara online ini tidak menyurutkan semangat peserta untuk hadir pada dua rangkaian kegiatan berturut – turut. Kegiatan ini diikuti oleh total 60 mahasiswa Departemen Agribisnis angkatan 54, 55, dan 56. Nilai – nilai kepemimpinan dan kaderisasi yang telah digagas dan disampaikan melalui kegiatan ini, diharap dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta. Motivasi yang tumbuh pada diri peserta dalam memperkuat kaderisasi dan kepemimpinan diri menjadi luaran yang diharapkan dari kegiatan ini sehingga bisa bermanfaat untuk keberlanjutan kaderisasi di lingkungan IPB khususnya Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis (HIPMA).



Kabinet Tanpa Titik
Monday February 10th 2020, 9:57 am
Filed under: Uncategorized

Tanpa Titik berarti tidak ada akhir dan tidak ada batasan. Dari nama tersebut, diharapkan Kabinet Tanpa Titik HIPMA 2019/2020 akan terus belajar, berkontribusi, bekerja, dan berkarya ‘tanpa akhir’ sehingga dapat menghasilkan suatu bukti kerja nyata yang nantinya tidak hanya dapat dilihat oleh Civitas Agribisnis IPB, tetapi juga seluruh Mahasiswa IPB maupun Mahasiswa non IPB.

Selain itu, relasi yang dijalin antara HIPMA, baik internal maupun eksternal bersifat ‘tanpa batas’. HIPMA akan menjalin kekeluargaan baik dalam lingkup internal maupun eksternal sehingga dengan sifat kekeluargaan tersebut akan menghasilkan kerja sama yang baik. Meskipun nantinya telah mencapai akhir dari periode kepengurusan, kabinet ini akan selalu ada di dalam hati para pengurus dan seluruh civitas Agribisnis.

 

LOGO KABINET DAN FILOSOFI LOGO

 

  1. Lingkaran menggambarkan HIPMA dengan berbagai bidang yang dinaungi untuk mencapai kebermanfaatan bersama. Serta mewadahi segala bentuk aspirasi maupun prestasi yang dimiliki oleh mahasiswa Agribisnis untuk terus memberikan karya nyata.
  2. Lingkaran infinity (tak terhingga) yang terdapat tulisan Tanpa Titik memiliki makna bahwasannya Kabinet Tanpa Titik memberikan kesempatan kepada mahasiswa Agribisnis untuk terus berdampak, berkarya dan berinovatif terus menerus tanpa henti.
  3. Warna gradasi hitam, biru dan ungu bermakna bahwa pengurus HIPMA dan mahasiswa Agribisnis memiliki karakter yang kuat, komunikatif, elegan dan dapat dipercaya.

 

PENGURUS HIPMA KABINET TANPA TITIK 2019/2020

BADAN PENGAWAS

Badan Pengawas HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Badan Pengawas merupkan badan yang mengawasi seluruh komponen HIPMA berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Badan Pengawas HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Gede Riski Febrio Rian Sugi (Ketua Badan Pengawas)
  2. Syafira Aulia Rangganis
  3. Linda Ayu Widyaningrum
  4. Pius Hermawan Wicaksono
  5. Denden Dilah Al-Zikri
  6. Alvin Adam Pratama
  7. Siti Akromah
  8. Edwin Hengky Darmawan
  9. Anang Prasetyo

 

BADAN PENGURUS HARIAN

Badan Pengurus Harian HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Badan Pengurus Harian merupakan badan yang mengoordinasikan langkah strategis dan manajerial dari biro dan departemen di HIPMA.

Badan Pengurus Harian HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. M. Rizqi Febriyantoro (Ketua)
  2. M. Rafly Anggara Putra (Wakil Ketua)
  3. Malika Aulia (Sekretaris Eksekutif)
  4. Geofanny Perdana P. (Sekretaris 1)
  5. Dwi Martha (Sekretaris 2)
  6. Savira Nadya (Bendahara 1)
  7. Dhiah Afifah Diwangsa (Bendahara 2)

 

BIRO INTERNAL

Biro Internal HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Biro Internal merupakan biro yang memfasilitasi hubungan antar anggota pengurus, antar sesama anggota HIPMA sekaligus mempererat dan menjaga kekeluargaan.

Pengurus Biro Internal HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. M. Surya Fadlurrohman (Menteri Biro Internal)
  2. Okta Vino
  3. Vanilia Mawarni
  4. Ayunissa Rahma Yani
  5. Reza Aunur Rizka
  6. Neng Yosi Angraeni

 

BIRO KOMUNIKASI DAN INFORMASI

Biro Komunikasi dan Informasi HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Biro Komunikasi dan Informasi merupakan biro yang bertanggung jawab di dalam penyebaran informasi, publikasi, dan komunikasi mengenai Agribisnis maupun HIPMA.

Pengurus Biro Komunikasi dan Informasi HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Asti Widya (Menteri Biro Komunikasi dan Informasi)
  2. Fairuz Mudiana
  3. Tesya Astarianna
  4. Jane Beathrix
  5. Faisal Hendro
  6. M. Haikal Abdilah
  7. Risa Nur Hidayah

 

BIRO BISNIS DAN KEMITRAAN

Biro Bisnis dan Kemitraan Kabinet Tanpa Titik

Biro Bisnis dan Kemitraan merupakan biro yang mewadahi pengembangan keahlian dan kreativitas dalam berwirausaha mahasiswa yang kemudian kerja nyata sebagai wirausaha. Bisnis dan Kemitraan juga sebagai sumber pendaaan utama demi membantu berlangsungnya setiap kegiatan HIPMA yang sukses, serta menjalin kerjasama bisnis dengan pihak luar.

Pengurus Biro Bisnis dan Kemitraan HIPMA Kabinet Tanpa Titik:

  1. Veda Hapsari A. (Menteri Biro Bisnis dan Kemitraan)
  2. Frissilia Nabila Divayana
  3. Fauziah Aurelia
  4. Ani Nurfaizah
  5. Diaz Rakaputra Asianto
  6. Salsabila Hanandini

 

DEPARTEMEN PSDM

Departemen PSDM HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Departemen PSDM adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pengoptimalan softskill yang bersifat fundamental, seperti leadership, self confident, teamwork, dan critical thinking. PSDM juga bertanggungjawab dalam menciptakan sistem kaderisasi yang baik.

Pengurus Departemen PSDM HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Aprilia Trianasari (Menteri Departemen PSDM)
  2. Ryan Arif Basardi
  3. Ars Wahyu Sejati
  4. Farsya Azka Alfayent
  5. Almer Taruna Arkananda
  6. Mohammad Shafiq Daffa
  7. Hilda Mutiara

 

DEPARTEMEN EKSTERNAL

Departemen Eksternal HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Departemen Eksternal adalah departemen yang memiliki tujuan membangun citra baik HIPMA dengan memperluas dan menjalin kerjasama dengan stakeholders luar.

Pengurus Departemen Eksternal HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Agung Kurnia (Menteri Departemen Eksternal)
  2. Exaudi Dualolo
  3. Aizqal Askiya
  4. Felix Mora Tambunan
  5. Caroline Aprilia
  6. Riecka Aulia

 

DEPARTEMEN KEPROFESIAN

Departemen Keprofesian HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Departemen Keprofesian adalah departemen yang bertanggung jawab penuh dalam mencetak prestasi mahasiswa agribisnis, mengggali, mengembangkan, dan memberikan pendalaman keprofesian agribisnis yang sesuai dengan mandat Departemen Agribisnis.

Pengurus Departemen Keprofesian HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Alfi Nurdina (MenteriDepartemen)
  2. Alienda C. K
  3. Adelia Margareta
  4. Al Fatah Gibran Wibowo
  5. Restu Winanda Rahman
  6. Pramita Nurillisan
  7. Muhammad Ro’yun Nuha

 

DEPARTEMEN KESEJAHTERAAN SOSIAL

Departemen Kesejahteraan Sosial HIPMA Kabinet Tanpa Titik

Departemen Kesejahteraan Sosial merupakan departemen yang berfungsi sebagai wadah untuk menyalurkan jiwa sosial seluruh civitas Departemen Agribisnis dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, sosial, dan lingkungan.

Pengurus, Departemen Kesejahteraan Sosial HIPMA Kabinet Tanpa Titik :

  1. Dwi Puji Lestari (Menteri Departemen Kesejahteraan Sosial)
  2. Istiqomah Dunggio
  3. Ahmes Nur Anggraini
  4. Bayu Sutiyawan
  5. Randhy Zuwendri
  6. Shabrina Shafa Q.

 

HIPMA? JAYA

HIPMA? JAYA

HIPMA? JAYA, JAYA, JAYA.

TERUS BERKARYA? TANPA TITIK.

TANPA TITIK? YES WE ARE.



SOP Terbaru
Tuesday August 18th 2015, 11:18 am
Filed under: Uncategorized

SOP Terbaru!!!!



#TERIMAKASIH atas kerjasama dan partisipasinya :)
Sunday December 07th 2014, 1:55 pm
Filed under: Uncategorized

Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan di tahun ini. Terima kasih banyak atas segala kontribusi dan partisipasinya pada kegiatan HIPMA 2013/2014. Semoga HIPMA terus menanjak maju dan berkembang jauh lebih baik. #TERIMAKASIH :))

thankyou

foto2 muka (3309 x 2566)



A Moment to Talk Business
Wednesday November 05th 2014, 9:15 am
Filed under: D'Entre,Hipma,Press Release,Uncategorized

Sabtu, 01 November 2014

“Mengkonsumsi susu adalah cerminan dari tingkat kemajuan suatu Negara.Hal itu dibuktikan dengan tingginya tingkat konsumsi susu oleh Negara maju.

(Anonim, 2014)

IMG_8101_renamed_28663IMG_8245_renamed_26443

AEC 2015 adalah issue strategis pada bidangagribisnis Indonesia. Karena agribisnis adalah sektor penting bagi Indonesia yang memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa. AEC dapat bernilai positif saat Indonesia mampu bersaing secara baik sehingga menghasilkan komoditas ekspor yang besar sehingga berdampak positif bagi pendapatan Negara.  Namun, akan berdampak negatif, saat Indonesia kalah bersaing dan ini sudah dibuktikan oleh beberapa komoditas potensial yang seharusnya dapat dioptimalkan di Indonesia, akan tetapi malah diimpor dari Negara lain. Sehingga momen AEC ini harus diteliti dengan seksama dan lebih baik lagi.

Dalam fungsi ekonomi, produksi dipengaruhi oleh Kapital dan Tenaga Kerja. Berdasarkan capital (modal) kita dinilai mampu bersaing. Mengingat dari kekayaan potensi alam Indonesia yang sangat melimpah. Dari sisi tenaga kerja, Indonesia masih belum mampu bersaing. Bahkan secara Indeks Prestasi penduduk Indonesia masih berada pada urutan 160-an dari sebanyak 200 jumlah Negara yang terdaftar di dunia. Sehingga daya saing yang rendah tersebut memiliki keterbatasan dalam hal kreatifitas dan inovasi sehingga komoditas agribisnis dalam hal ini mudah dikalahkan oleh beberapa Negara tetangga.

Salah satu komoditas potensial yang mampu dikembangkan adalah susu. Hal itu disebabkan oleh mengkonsumsi susu adalah cerminan dari tingkat kemajuan suatu Negara yang dibuktikan dengan tingginya tingkat konsumsi susu oleh Negara maju. Tingkat Konsumsi Susu warga Indonesia adalah 11,94 L/Kapita/Tahun. Masih lebih rendah dari India, Malaysia, dan Australia yang memliki nilai sebanyak 42, 22 dan 120 L/Kapita/Tahun. Padahal, susu merupakan komoditas yang tak hanya bernilai ekonomis namun mampu menunjang kebutuhan gizi dan mineral sehingga mampu membuat masyarakat Indonesia sehat dan bergizi yang tentunya akan berdampak positif bagi produktivitas kerja mereka.

Sehingga kami, selaku agent dari Himpunan Profesi Mahasiswa Peminat Agribisnis (HIPMA) IPB tergerak untuk mengkaji sistem agribisnis susu di Indonesia berikut peluang dan tantangan nya dalam menghadapi AEC 2015 yang kami rangkai dalam acara talk show “A Moment To Talk Business (MTB)”. Acara ini diselenggarakan oleh Department of Entrepreneurship (D’Entre) HIPMA. Kegiatan ini diketuai oleh Sugandi, Mahasiswa Agribisnis 49.

Narasumber yang terlibat dalam MTB merupakan pembicara qualified yang memiliki prestasi yang gemilang dalam peranan mereka pada sistem Agribisnis susu. Narasumber tersebut adalah sebagai berikut 1). Bapak Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, P.hd., seorang Ekspertisi/Pakar susu dari Fakultas Peternakan IPB. 2). Danang Suryana, S.Pt., owner Cisarua Farm. 3). Hutomo Triasmoro, S.Kom., owner dari Cattle Milk. Ketiga narasumber tersbeut merupakan alumni dari institut kebanggaan kita semua yakni Institut Pertanian Bogor (IPB).

Acara ini berlangsung dari jam 13.00 WIB s.d 16.30 WIB yang bertempat di RK AGB 202 A yang dipandu oleh MC kondang agribisnis yakni Danvi Sarah (AGB49) dan Ifan (AGB50). Tilawah yang merdu dan menenangkan hati dilantunkan oleh Fathur Rahman (AGB48) dengan Surah Al Qashash ayat 77-81. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh ketua pelaksana, Sugandi (AGB49). Kemudian oleh ketua Hipma, Salman Fajri (AGB48). Kemudian diakhiri oleh sambutan perwakilan Departemen Agribisnis yakni ibu Tintin Sarianti, SP. MM.

Menariknya, acara ini memiliki orientasi yang unik yakni bersama sama menyadarkan mahasiswa tentang pentingnya mengkonsumsi susu. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh susu yang merupakan menu konsumsi pada hari tersebut. Selain itu, peserta dikejutkan oleh beberapa hal yakni doorprize yang disediakan panitia merupakan doorprize yang mengejutkan. Yakni sebuah handphone. Selain itu, acara ini dihadiri pula oleh mahasiswa asing dari negeri jiran Malaysia. Jumlah keseluruhan peserta yang hadir di dalam acara tersebut adalah sebanyak 50 orang.

Kegiatan talk show MTB ini dimoderatori oleh Nityaningrum Duatibumi (AGB50). Beliau merupakan figur yang tepat untuk memandu acara ini. Selain bersifat kritis, beliau mampu mencairkan suasana tegang acara talkshow temu bisnis ini. Kegiatan talk show diawali dengan pertanyaan seputar agribisnis hilir kepada bapak Hutomo, selaku owner cattle milk. Setelah memahami situasi hilir susu, talk show juga mencoba kritis pada aspek on farm dan hulu yang ditujukan kepada bapak Danang selaku owner dari Cisarua Farm. Tentunya kami, selaku mahasiswa Agribsinis sangatlah beruntung dapat mendengarkan langsung pengalaman agribisnis susu dari hulu hingga hilir dalam talk show ini. Apalagi, talk show diperkuat oleh materi teoritis yang disampaikan oleh bapak Epi. Teori yang masih ternginag di benak kami yang dilontarkan oleh bapak epi adalah “kenaikan 1 derajat suhu lingkungan, mengakibatkan bertambahnya populasi bakteri pada susu sebanak 106 (1 juta)” sehingga perlu diperhatikan aspek distribusi susu dengan dari onfarm yang umumnya berada pada wilayah dingin ke sector setelahnya yang umumnya berada pada lokasi yang lebih panas.

Kesimpulan talk show mengenai tema diatas yang dapat kami simpulkan adalah sejatinya peternak susu perah baik sapi maupun kambing sejatinya mampu membantu pemerintah dalam hal swasembada susu. Namun, hal ini perlu didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat oleh karena itulah kesadaran mengkonsumsi susu harus terus kita lakukan. Jadi setelah ini “mari minum susu!!!” (FR/De)

Department of Entrepreneurship

HIPMA 2013/2014 Kabinet Mahakarya Cinta